Pengalaman Pribadi menjadi Pengamanan Identitas Digital untuk Ruang Aman Perempuan

RANGKAI INSPIRASI #2

Anggi Widi Shafira

3/8/20262 min read

standing woman surrounded by yellow flower field during daytime
standing woman surrounded by yellow flower field during daytime

Halo girls! Aku Anggi, teman imajimu. Aku mau berbagi pengalaman rasa tidak aman bermain game online dan media sosial.

Di tahun 2022 aku iseng bermain game online yang tujuannya untuk menghibur diri dari kesibukanku mengerjakan skripsi. Dari bermain game online itu aku mendapatkan banyak teman, dan ada salah satu laki-laki yang sering bermain denganku hingga kami berteman di Instagram juga. Meskipun akun Instagramku dikunci untuk menjaga privasi, sialnya aku tetap kebobolan karena laki-laki tersebut berhasil mencuri salah satu foto pribadiku.

Dia menciptakan cerita palsu bahwa aku adalah kekasihnya kepada orang banyak. Tidak hanya itu, dia juga mengedit fotoku secara manual menjadi tampilan asusila yang sangat merendahkan martabat dan harga diriku sebagai perempuan.

Lalu selanjutnya tindakanku saat itu melakukan klarifikasi langsung dengan pelakunya, tetapi dia banyak mengelak dan beralasan, berujung pada memanipulasi keadaan seolah aku yang salah.

Aku, yang sedang banyak pikiran saat itu, menceritakan kepada teman terdekatku dan mereka mendukungku untuk melaporkan akun game online dan Instagram dia.

Aku berpikir imajiner tentang langkah pengamanan identitas digital untuk ruang aman perempuan, yaitu dengan membentuk komunitas feminis yang dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih ramah untuk perempuan.

Tujuannya adalah agar tidak hanya sekedar menjadi tempat berbagi cerita dan mengintergrasikan pemberdayaan potensi dengan sistem perlindungan data yang inklusif, tetapi juga sebagai media edukasi untuk para perempuan meningkatkan kewaspadaan digital dengan lebih berdaya memegang kendali penuh atas identitas dan keamanan data di tengah perkembangan teknologi yang cepat dan kompleks.

Aku ingin ada fitur perlindungan foto pribadi di semua media sosial yang fungsinya mencegah orang lain mengunduh atau menangkap layar foto pribadi tanpa izin eksplisit dari pemiliknya.

Dan memanfaatkan teknologi AI sebaik mungkin untuk dapat mendeteksi dan menghapus konten hasil manipulasi sebelum menyebar luas.

Dua langkah dan inisiatif yang dapat aku lakukan untuk meningkatkan ruang aman digitalisasi untuk perempuan:

  1. Membuat akun Instagram khusus sebagai ruang curhat dan pengaduan atas segala permasalahan yang dialami oleh teman perempuan. Akun tersebut nanti juga terhubung dengan Komnas Perempuan atau layanan psikologi untuk meneruskan pengaduan dan penanganan lebih lanjut jika dibutuhkan.

  2. Mengedukasi komunitas tentang pentingnya literasi digital dan cara mengenali tanda-tanda manipulasi identitas sedini mungkin.

Harapanku yang paling terpenting untuk semua perempuan agar kita bisa lebih waspada dan sadar terkait perlindungan data pribadi digital.

Semakin peka mengenali tanda-tanda kejahatan manipulasi data digital dan bisa saling merangkul untuk memberikan dukungan tulus terutama sesama penyintas yang berjuang memulihkan trauma dan harga dirinya.