Dear pemerintah, izinkan aku menyampaikan keresahan terkait kurangnya sarana perpustakaan umum di Kota Makassar
RANGKAI INSPIRASI #3
Amelia Novita Gosal
8/30/20261 min read


Sebagai fasilitas publik, perpustakaan umum seharusnya menjadi ruang inklusif yang ramah bagi semua kalangan.
Namun, kenyataannya ketersediaan ruang belajar gratis ini masih sangat terbatas. Saat pelajar atau mahasiswa ingin mencari buku referensi fisik untuk menyelesaikan tugas, kami sering kali dihadapkan pada sulitnya menemukan tempat yang memadai. Ekosistem literasi yang belum terfasilitasi dengan baik ini menjadi ganjalan nyata di tengah besarnya semangat belajar generasi muda.
Saat mengerjakan tugas akhir, saya dan teman-teman sepakat untuk belajar di perpustakaan kampus demi mencari buku, jurnal ilmiah, dan melihat skripsi para senior terdahulu. Pada kenyataannya, perpustakaan kampus sering kali penuh. Kami biasanya menunggu bergantian agar bisa mendapatkan kursi yang lowong.
Alternatif lainnya adalah pindah ke kafe terdekat. Namun, sebagai mahasiswa, kami memiliki keterbatasan dalam pengeluaran anggaran, agar bisa belajar di kafe. Selain itu kami khawatir akan mendapatkan teguran jika terlalu lama menempati kafe tersebut.
Sebagai mahasiswa, saya mendambakan ruang aman untuk belajar.
Keberadaan perpustakaan umum yang memadai di Makassar akan memudahkan kami, para mahasiswa, untuk menyelesaikan kegiatan akademik. Selain itu harapannya agar perpustakaan umum ini nantinya bisa menjadi pilihan lain untuk belajar atau mencari referensi tambahan.
Sebagai mahasiswa, saya mengusulkan agar pemerintah mulai mempertimbangkan alokasi anggaran khusus terkait pembangunan atau revitalisasi perpustakaan umum di Makassar agar menjadi ruang publik yang positif, baik untuk belajar, berdiskusi, dan meningkatkan literasi yang kritis.
Langkah-langkah strategis yang saya harapkan dari pemerintah daerah adalah:
Mengoptimalkan alokasi anggaran khusus untuk perpustakaan daerah secara transparan agar bisa memperluas daya tampung ruang baca dan belajar sehingga akses perpustakaan bisa mencakup daya tampung masyarakat.
Menyediakan buku yang relevan dan terkini (terbitan 5 tahun terakhir) untuk membekali pembaca menghadapi tantangan zaman.
Melengkapi perpustakaan baru dengan fasilitas ramah disabilitas agar mencakup semua kalangan tanpa terkecuali.
Memperkaya pengadaan komputer yang bisa diakses masyarakat umum kapan saja beserta koneksi internet gratis.
Menciptakan ruang hijau yang asri untuk membangkitkan kesadaran cinta lingkungan.
Perubahan yang kuharapkan dari ini semua sebenarnya sederhana saja, yaitu pemaksimalan anggaran dan revitalisasi perpustakaan sebagaimana mestinya.
Dengan kehadiran perpustakaan umum ini nantinya, para pelajar dan mahasiswa bisa memiliki tempat yang bisa dituju sebagai ruang untuk belajar, berdiskusi, serta sebagai tempat pilihan untuk menambah referensi.
Foto: Unsplash/Jessica Ruscello
Generasi PINTAR
More Empathy, Less Apathy
Kontak Kami
© 2025. All rights reserved.
Yogyakarta, Indonesia
Jakarta, Indonesia
